Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, February 15, 2020

Harga Masker Di Tanah Air Jadi Trending Topic Dunia, Lipatgandakan Harga, Kemanusiaan Terabaikan

Gemawilis - Wabah virus corona menjadi bencana di banyak negara, aksi kemanusiaan pun di lakulan di berbagai negara termasuk di negara Indonesia. Tapi ini lain, di negara Indonesia aksi dilakukan dengan cara berlomba-lomba menimbun dan menjual masker dengan melipatgandakan harga.

Cerdas kreatif, namun memalukan, itulah gambaran para oknum made In Indonesia yang begitu punya seribu macam akal dalam segala situasi maupun kondisi.

Baru-baru ini harga masker di Indonesia menjadi trending topic dan perbincangan dunia, pasalnya beberapa minggu belakangan harga masker di tanah air begitu booming dan melambung tinggi di pasaran maupun di marketplace media sosial.

Beberapa negara asia maupun eropa saat ini sedang berlomba-lomba dengan aksi kemanusiaan untuk wabah corona di China, Hongkong dan Singapura maupun negara lain yang begitu terdampak virus corona.

Tidak mau ketinggalan panggung perlombaan, negara kita pun ikut beraksi terkait wabah virus mematikan tesebut. Namun bukan lomba aksi kemanusiaan, melainkan ikut berpatisipasi lomba berburu masker untuk dilipat gandakan harganya.

Imbasnya harga masker yang sebelumnya sekitar harga seribu rupiah dikatrol menjadi bekisar harga lima ribu rupiah per lembar, bisa lebih. Miris memang namun biarlah mahkamah netijen yang mengadili.

Ironisnya, harga masker di apotik negri ini sendiri ikut pula melambung tinggi. Kejadian aneh ini hingga menjadi sorotan negatif dunia terkait harga masker tersebut.

Bukannya malah prihatin dan simpati dengan korban yang tumbang berjatuhan, para oknum penjual masker malah semakin menggila. Mereka memborong, menimbun dan mematok harga masker untuk di di jual ke luar negeri dengan harga selangit.

Siapa yang membutuhkan masker? Jelas, mereka adalah saudara, kerabat dan teman kita, yang merupakan pahlawan-pahlawan devisa negara ini, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang notabene masih saudara dan satu tanah air Indonesia. (ds/gw)