Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Thursday, February 13, 2020

Emprit Sebagai Indikator Alami Keasrian Lingkungan dan Manfaat Ekologi

Gambar ilustrasi
Gemawilis - Bondol Peking merupakan salah satu jenis burung yang paling sering mengunjungi pekarangan atau lingkungan tempat tinggal. Hadirnya burung ini, selain meramaikan suasana, tentunya memberikan nuansa alami yang saat ini mulai sulit kita dapatkan.

Bondol peking (Lunchura punctuala) atau lebih familier disebut manuk emprit (jawa) menyukai kebun dan semak belukar. Burung dengan dominasi warna cokelat ini memiliki goyangan maut pada ekornya saat mendarat. Tingkah lakunya juga lincah dan tidak mau diam.

Kita patut bersyukur bila burung liar masih rajin bertandang ke lingkungan kita. Pasalnya, burung tidak hanya berfungsi sebagai indikator alami kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis.

Secara ekologi, burung membantu penyerbukan tanaman, menebarkan biji, hingga berperan sebagai pengendali ulat. Sebagai indikator alami keasrian lingkungan, artinya adalah hadirnya burung tersebut menunjukkan kualitas udara di lingkungan kita masih sejuk dan sehat.

Sayang, keberadaan manuk emprit di alam sudah mulai terdesak. Populasi jenis bondol seperti bondol haji, bondol oto-hitam (Lonchura ferruginosa), dan bondol jawa yang dulunya sangat melimpah jumlahnya sekarang sudah terus berkurang.

Anggapan sebagai hama menyebabkan bondol peking banyak ditangkap dan diperdagangkan dengan harga murah. Biasanya ia memang mencari makan secara berkelompok di lahan pertanian, padang rumput, dan kebun.

Meski di beberapa tempat populasinya masih banyak (daerah persawahan), burung ini perlu dijaga keberlangsungannya di alam untuk menjaga keseimbangan ekosistem. (gw)

Topik Lain