Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, February 20, 2020

Alam Kita Bukan Alamku, Satwa Kita Bukan Satwaku, Alam Dan Satwa Kita Semua

Ilustrasi.
Gemawilis - Di mana ada hutan dan gunung, di kakinya pasti ada geliat masyarakat agraris. So, tetap cintai alam agar kita selalu mendapat timbal balik positif seperti air bersih dan tanah yang subur.

Alam adalah investasi yang paling berharga dalam kebidupan kita, mari kita jaga dan lestarikan alam kita, hutan kita, gunung dan satwa kita yang masih tersisa.

"Alamku, alammu, alam kita semua, gunungku, gunungmu, gunung kita semua, hutanku, hutanmu, hutan kita semua, satwaku, satwamu, satwa kita semua.

Kita baik dengan alam, maka alam akan ramah dengan kita. Jika kita main-main dengan alam, ia juga akan berbalik menyusahkan kita semua. Kerusakan lingkungan telah terbukti mendatangkan bencana dimana-mana.

Dengan hutan dan lingkungan tumbuh subur, satwa akan hidup tanpa ada ancaman populasinya, ekosistem akan berjalan secara alami dan bumi yang kita tinggali akan memberi kita kenikmatan hidup lebih mudah.

Angin bertiup lamban, menghembuskan suara garing, sepuluh tahun silam mungkin masih sering kita dengarkan kicau burung dan suara satwa yang lain. Beda jauh dengan hari ini, yang tersisa dan sering kita lihat hanyalah capung dan kupu-kupu.

Biarkan ia berkembang menjadi hutan belantara yang rimbun dan rindang untuk hidup satwa kita. Lindungi pohon-pohon dari kapak-kapak yang membuatnya tumbang.

Biarkan satwa beranak pinak membentuk ekosistem alami di alam bebas karena mata rantai alami nyata ada disana.

Buanglah sampah pada tempat yang benar, agar alam tidak tercemar. Kita ramah alam ramah, kita peduli satwa lestari, kita cerdas pencemaran sampah akan berkurang. (gw)